Laman

Kamis, 14 Februari 2013

Sang Lelaki Bijaksana


Pada saat masa-masa dimana anak-anak kecil senang bermain dengan teman sebayanya. Anak kecil itu pun melakukan hal yang sama, bermain tanpa menghiraukan waktu yang telah ia habiskan dengan teman-temannya. Namun, pada waktu sore hari mereka semua kembali ke rumah mereka masing-masing. Keluarga anak kecil itu tinggal berdekatan dengan saudara-saudaranya, karena memang anak kecil itu memang keturunan dari ayah yang berdarah betawi.
          Anak itu dilahirkan dari kedua orang tua yang memang mempunyai dasar mendidik. Anak kecil itu dididik dengan disiplin, tegas, dan tanggung jawab. Lelaki yang tegas, disiplin, dan bertanggung jawab itulah yang mengajarkan anak kecil itu menjadi disiplin, tegas, dan bertanggung jawab. Anak kecil itu sering sekali melihat sang kakak dididik dengan disiplin, tegas, dan penuh tanggung jawab, sehingga anak kecil itu pun sering belajar dari apa yang lelaki itu ajarkan kepada kakaknya. Sehingga sekarang kakak dari anak kecil itu pun telah bekerja di luar pulau. Merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang begitu saling menyayangi.
          Lelaki itu selalu menasihati anak kecil itu disela-sela kesibukannya. Lelaki itu selalu menyemangati, mendisiplinkan, dan meminta tanggung jawab kepada anak kecil itu dengan tugas-tugas yang diberikan kepadanya pada masanya itu untuk belajar tanggung jawab. Sejak kecil anak itu selalu ditanamkan sikap disiplin.
Dan anak kecil itu pun tumbuh menjadi seorang remaja putri nan cantik yang mesti dijaga dan dibimbing. Remaja putri itu pun mulai tak betah untuk tinggal di rumah dan lebih memilih berlama-lama di sekolah untuk menikmati masa-masa remajanya. Dan remaja putri itu pun mulai mengenal yang namanya Cinta. Remaja putri itu mulai tertarik dengan lawan jenis, yang mungkin bisa disebut dengan cinta monyet. Lelaki itu pun mulai sedikit khawatir dengan apa yang dilakukan oleh anak remaja putrinya itu. Remaja putrinya itu sangat aktif berorganisasi seperti Lelaki itu. Remaja putri itu menghabiskan waktu disela-sela jadwal kosong di sekolah dengan berorganisasi untuk melatih kedisiplinannya. Namun, lelaki itu khawatir dengan keadaan anak remaja nya itu dan sering menelpon apabila anak remaja putrinya itu belum pulang menjelang maghrib.
Kenakalan remaja mungkin dialami pada masa itu, anak remaja putri lelaki itu pun terkadang pulang lewat maghrib karena keesokan harinya ia harus mengikuti lomba Paskibra sehingga pulang lewat waktu maghrib. Dan remaja itu pun berusaha meyakinkan sang lelaki itu agar memakluminya. Namun, dengan sikap disiplin dan tegasnya itu lah lelaki itu dengan bijaksana menasihati sang anak. Sang anak remaja itu pun terkadang merasa memberontak tanpa ia sadari. Namun remaja itu tetap menghormati dan menaati apa yang dinasihati oleh lelaki itu. Terkadang remaja putri yang masih labil itu menggerutu di belakang dan tidak memikirkan dampaknya.
Seiring waktu berlalu, remaja itu pun menjadi gadis yang harus lebih dijaga ketat lagi oleh lelaki itu. Dan akhirnya untuk membekali gadis itu dengan kemampuan agama yang baik, lelaki itu pun menyekolahkan gadis itu ke sekolah islam di daerahnya. Gadis itu akhirnya menerima walau tidak sesuai dengan keinginannya pada awalnya. Namun, gadis yang beranjak dewasa itu memikirkan kembali dan mengambil hikmah dari apa yang dipilihkan oleh lelaki itu. Tetap dengan penjagaan ketat dan nasehat-nasehat yang sangat mengena ke dalam hati selalu terlontar dari mulut lelaki itu. Gadis itu pun masih tetap melanjutkan kegemarannya untuk berorganisasi. Hingga pada suatu saat nilai-nilai gadis itu menurun, sehingga dengan bijaksana lelaki itu tak bosan-bosannya menasihati gadis itu agar tidak mengesampingkan akademik dibanding kegiatan organisasi. Sungguh bijaksananya lelaki itu. Ia tidak memarahi gadis itu yang nilainya menurun, malah lelaki itu menyemangati gadis itu agar bisa lebih baik lagi.
Waktu pun terus berjalan, sehingga sampai lah dengan penentuan masa depan akademik sang gadis. Sang gadis ingin sekali menjadi seorang bidan atau perawat, namun dengan berbagai pertimbangan, lelaki itu menasihati gadisnya itu untuk mengikuti jejak kedua orang tuanya sebagai pendidik. Tetap dengan kebijaksanaan lelaki itu, lelaki itu menyerahkan seluruh keputusan kepada sang gadis. Dan akhirnya sang gadis penurut itu menuruti kemauan lelaki itu, dengan tetap memilih pendidikan biologi dan memilih pendidikan guru sekolah dasar pada pilihan terakhir. Dan lelaki itu pun membebaskan gadis itu untuk memilih perguruan tinggi yang akan dipilihnya. Dengan pertimbangan matang dan dengan izin kedua orang tua, akhirnya gadis itu pun mendaftarkan diri untuk mejadi calon mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di luar kota.
Dan memang sesuai dengan firasat gadis itu, gadis itu pun justru lolos pada pilihan yang terakhir dan dapat melanjutkan perjuangan kedua orang tuanya itu. Sedih bercampur gembira terasa pada saat itu. Namun, itulah takdir dan itulah yang terbaik untuk gadis itu. Dan akhirnya gadis itu pun harus berpisah jauh dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya di kampung halaman.
Waktu berpisah pun tiba, masa-masa itu pun sangat berat dirasakan oleh gadis itu. Karena gadis itu baru pertama kalinya jauh dari orang tua sendiri. Sebenarnya ini adalah keinginan gadis itu untuk mencoba mandiri, dan jauh dari orang tua. Pesan-pesan dan nasehat terucap dari wajah wanita yang melahirkan gadis itu dan lelaki bijaksana itu. Perpisahan demi masa depan dan demi mencapai asa pun terjadi. Gadis itu pun berusaha tegar dan mencoba mandiri di tengah ketidaktahuan dan ke-asingan di daerah yang sangat baru baginya. Cuaca yang berbeda jauh dari kampung halamannya, makanan yang sedikit berbeda, tak ada lagi manja dan perhatian dari mereka disaat gadis itu membutuhkannya, tak ada lagi canda tawa dan kehangatan ketika gadis itu lelah dan memerlukannya disela-sela kesibukan kuliahnya.
Kini gadis itu telah beranjak dewasa dan harus membaggakan kedua orang tuanya, gadis itu harus menjadi orang yang dewasa dan berguna bagi orang tua, agama, bangsa dan negara. Serta selalu bersikap disiplin, tegas, dan bertanggung jawab sesuai dengan yang ditanamkan lelaki itu dari sejak gadis itu masih kecil.
Kini gadis itu sangat menyadari bagaimana sangat sepi nya hidup ini tanpa nasihat-nasihat dari lelaki itu. Apabila gadis itu pulang ke kampung halaman, pasti gadis itu selalu mendapatkan lagi nasihat dari kedua orang tuanya. Namun, jika jauh dari kedua orang tuanya, gadis itu selalu mengingat pesan-pesan serta nasihat dari kedua orang tuanya itu.
“Dibalik kesulitan itu pasti ada kemudahan”
“Semua itu butuh proses, tak ada yang instan di dunia ini”
“Tetap semangat menjalani hidup ini karena Allah dan orang-orang yang kita cintai”
“Apa yang didapatkan kita sekarang ini adalah yang terbaik untuk KITA menurut Allah, maka Syukurilah karena ini adalah jalan terbaik untuk menuju kesuksesan”
“SEMANGAT dan Selalu TERSENYUM!  (Keep Smile and Keep Hammasah! ) J

Tulisan ini adalah persembahanku untuk Lelaki nan Bijaksana Ayahku (Drs. Samsuri, M.Si)

-       Iis Aisyaturrodiyah -

Senin, 10 Desember 2012

DIARY LEADER SCHOOL

 
Dear Diary.
Selepas BS selesai, eeehhhh... masih ada LS yang menunggu. Minggu-minggu tenang pun datang.
Seminggu sebelum acara LS dimulai ada TM tentang barang bawaan. Pas berangkat dari kosan sampe FIP kita pake payung karena suasananya hujan. J dan Disanalah saya mulai mengenal anak-anak PPGT. Saya satu kelompok dengan Euis (1B), Donna(1B), Esta(1A), Irlinda(1D), Rina(1B), Risda(1C), Alvina(1C), Talitha(1D), teh Endang (PPGT 2011), Simplisia (ifon) (PPGT 2012), sama Fiktrorida (ida) (PPGT 2012).
Pencarian barang-barang pun dimulai. Hehehehe
Kerena tanggal 15 itu libur, akhirnya yang rumahnya di luar kota Bandung pada mudik ke rumah masing-masing buat nyiapin barang-barang individu yang harus dibawa.
Smsan antara anggota kelompok pun dimulai...
Penetapan barang-barang kelompok yg harus dibawa oleh kelompok. Dari mulai tiker, lilin, trash bag, dll deh..
Nah, pas hari minggu sebelum LS, kita sekelompok ngumpul buat ke zangkar buat nyewa barang-barang yang mesti disewa.. saya, Euis, Esta, Donna, Irlinda, sama Ida yang kosannya di daerah sekitar cilimus ini jalan ke zangkar bareng-bareng. Walau sebenernya ga ada yang tau zangkar itu dimana. Tapi tetep aja kita-kita yang ga tau daerah ini tetep kekeh buat ke zangkar. Waktu itu gerimis menemani perjalanan kita. Hehehe
Kita semua ngumpul di taman FIP. Satu-satu pada dateng bawa payung yang dibawa. Lama-lama anak-anak cilimus ini pada ngumpul. Terus kita ngomongin ada yang tau zangkar atau ga. Esta tau zangkar dimana, tapi dia agak lupa jalan. (heuh, esta, esta. J). Yaudah, kita jalan bareng-bareng ke gerlong soalnya gerimisnya juga udah reda. Sasaran pertama mau beli bola sama perlengkapan kelompok yang belum ada.
Kita semua jalan ke pasar gerlong sambil nengok kanan kiri nyari bola di warung-warung sepanjang jalan yang kita telusurin. Udah ketemu warung yang jual bola banyak itu, kita juga beli trush bag. Ada juga yang beli payung, ponco, malah yang beli keset juga ada. Hehehe.
Habis nyari bola, kita nyari gula merah ukuran diameternya 5 cm. (ribet aja ya beli gula merah mesti diukur dulu. Hehehe). Udah mana pasar klo habis hujan kan becek ya.. kita tuh pada nekat dan kepaksa jalan kesana. Udah mana saya sama donna masih pake baju hitam putih (habis binder) langsung jalan. L
Habis ngelewatin pasar, kita nanya ke bapak-bapak klo zangkar itu dimana. Dia neranginnya kita disuruh belok kanan, terus belok kiri , terus turuuuuuunnn terus ke bawah, klo udah nemuin gerbang KPAD, belok kiri, nah entar disitu ada deh plang tulisan zangkar. Karena kita semua itu pendatang, ga ada yang tau daerah kita jalaaan aja terus ke bawah. Kita semua ngebolang tanpa tau tujuannya itu sebenernya dimana. Sambil jalan kita semua bercanda-canda, ada yang jadi reporter, kameramen, dll deh. Supaya ga kerasa cape jalan. Hehehe. Di tengah perjalanan kita nanya lagi sama abang-abang tukang roti.. kita nanya gerlong hilir itu dimana. Dia bilang,, masih turun lagi neng.... heuhhh. Masih jauh ternyata. Kita jalan lagi wee.. eeeeh kita nemuin ada sekolah. Terus Esta baru inget kalau dia pernah lewat sekolah itu.. yaudah we, kita jalan lagi. Terus ketemu deh gerbang KPAD. Kita belok kiri, ketemu deh zangkar-zangkar itu. Tapi sayangnya kita lupa kalau hari itu tuh hari minggu. Ya, pastinya zangkarnya tutup. (pengorbanan yang tak terbalaskan. Hehehe). Yaudah deh saya nyatet aja nomor kontak zangkarnya. Terus sms zangkarnya deh kita mau nyewa barang camping.
Karena pengorbanan ga ngebawa hasil apa-apa, kita balik dengan tangan hampa karena belum mesen yang pengen kita sewa. L kita jalan lagi deh dengan rute yang sama pas pergi ke zangkar tapi kita ga lewat dalem pasarnya (soalnya becek. Hehehe) di tengah perjalanan gerimis... dan masing-masing dari kita ngeluarin payungnya masing-masing. Dan,,,,, kita ber-enam itu udah kaya pawai payung. Macem-macem warna ada disitu. Buat formasi 2-1-2-1, 2-2-2 (udah kaya apa tau... hehehe). Lama-lama hujan pun datang... kita mampir sebentar ke warung yang tadi kita beli bola buat ngambil bola.. habis itu beli pita di depan SD ISOLA. Baru deh habis itu kita masuk ke UPI lewat SD ISOLA, jalan bareng-bareng, pas nyampe deket asrama ida pisah, dia ke asrama. Kita ngelanjutin jalan ke cilimus, satu persatu masuk ke kosannya masing-masing deh... hari yang menyenangkan. Hehehe. Ngebolang bareng kelompok 13.. hehehe.
Kebesokkannya, kita janjian buat ke zangkar lagi habis dzuhur.. ehhh, ternyata hujan beserta geluduk menghampiri siang itu. Hehehe.  Kayanya ga memungkinkan buat jalan kaki ke zangkar, soalnya sikon yang ga memungkinkan #pegel juga sih klo jalan kaki dari cilimus ke zangkar yang ada di daerah gerlong hilir klo ga salah mah. Akhirnya kita naik angkot deh. Yang ke zangkar pas waktu itu tuh, saya, euis, esta, sama rina. Kita gerimis-gerimisan pake payung ke depan gerbang BNI. Eh, di tengah jalan di angkot ketemu sama wulan anak kelas B. Yaudah deh kita kezangkar ber-lima. Udah nyampe zangkar, kita mesen deh apa-apa aja yang pengen disewa. Eeeh, ternyata masih ada yang ketinggalan belum dipesenin. Yaudah deh, akhirnya via sms aja. Hehe.
Sorenya saya, esta, sama euis main ke asrama putri yang di belakang buat ke kamarnya ida. Kita ga tau kamarnya ida. Eeeh, si euis teriak-teriak di lantai dua. Tapi ida ga denger (aduuuuh) dan kita ketemu temennya yang keluar. Dan ternyata kamarnya ida itu deket banget sama tempat kita teriak manggilin nama dia. L udah ketemu kamarnya, yaudah deh, kita ngebuat topi kelompok sama ngasih tau ida tentang buku BS sama kursi goyang terus juga motong-motongin pita hitam deh. J kita disana hampir sampe maghrib. Untungnya asrama sama cilimus deket. Hehehe. Kita juga ditanya-tanyain sama anak-anak PPGT 2012 tentang LS. Rameee banget disana. Seruuu. Banyak temen.... J
Daaan. Tibalah hari kamis. Kita janjian mau ke zangkar lagi buat ngambil barang-barang yang mau disewa. Kita ngumpul di depan pos satpam deket asrama. Euis ga bisa ikut gara-gara ngejenguk bibinya yang lagi sakit. Yang dateng itu saya, rina, esta, sama irlinda. Tapi irlinda ga ikut ke zangkar, soalnya dia mau minjem sleeping bag ke temennya. Saya nyoba ngehubungin temen-temen yang lain. Beerhubung mereka ga ngekos dan rumahnya jauh. Akhirnya kita ngehungin ida sama ifon. Tapi dua-duanya ga bisa dihubungin. Dan akhirnya saya, esta, rina, sama ina (dari kelompok lain) ke zangkar, donna nyusul ke zangkar. Soalnya dia habis dari pasar baru. Dan kita nyampe zangkar. Kita ngantri karena ada beberapa orang yang mau nyewa juga. Habis itu kita ngambil barang-barang sewaan dan ktp saya yang jadi jaminan buat barang-barang yang kita sewa. L habis dari zangkar kita ke asrama buat ngambil topi yang ada di kamarnya ida. Kita hujan-hujanan ke asrama naik turun angkot. Pas nyampe asrama ida nya ga ada. Yang ada Cuma ifon, tas ransel yang disewa pada basah, rok basah.. dan akhirnya kita minta ifon buat ngambilin topi yang ada di kamarnya ida. Dan saya juga nitip sleeping bag buatteh endang, terus ngebagi-bagiin trush bag yang buat individu deh.
Ternyata saya lupa beli chees’kress sama jeruk, terus juga belum nyetak foto. L akhirnya habis maghrib saya keluar kosan sama esta buat nyetak foto sama nyari chees’kres sama jeruk. Walaupun suasana di luar hujan. Kita tetep jalan kaki buat nyetak foto sama nyari barang-barang itu. Kita berdua muter-muter nyari barang-barang itu dari depan di deket terminal ledeng sampe ke jalan sersan bajuri. Dan akhirnya ketemu juga chees’kres sama jeruknya di mini market dideket situ. Saya juga sempet nitip ke temen yang nyari jeruk naik motor ke gerlong. Pas nyampe kosan, ternyata mereka juga dapet chees’kres sama jeruknya. Dan alhasil saya punya 2 chees’kres  deh. J dan nyampe kamar kosan langsung beres-beres lagi buat LS besoknya.
Jam 5 kurang seperempat udah jalan ke depan masjid Al-Furqan. Tapi ternyata di tengah perjalanan, baru juga nyampe lapangan softball nametag ga dibawa. Akhirnya balik lagi deh ke kosan buat ngambil nametag dan barang yang ketinggalan lagi. J terus, sekitar jam 5 saya udah nyampe depan masjid Al-Furqan. Kita semua dibarisin, di ceck barang-barangnya. Saya udah nyoba buat ga ada kesalahan, eeeeh ternyata permen yang kelompok saya bawa sama kaya permen yang dibawa sama kelompoknya jajang. Akhirnya dapet hukuman satu seri plus coretan di nametag deh. Heeeuuuuh. Terus gunting juga diambil lagi (padahal kan saya ga ngapa-ngapain, tenang aja kang, teh. Sekarang gunting saya mana? #curhat dikit hehehe.
Habis dibarisin kita naik ke lantai 2 gedung PKM buat nyimak materi-materi yang disampein sama orang-orang yang hebat. Dari materi kepemimpinan sampe materi tentang sidang. Sorenya ada simulasi sidang. Kita ga tau kalau itu tuh ternyata simulasi sidang. Sidang berlangsung sangat mencekam, sampe-sampe palu dibawa-bawa sama kang Robi(buat apa tau. Heuuuh. Buat maluin paku kang.. hehehe) pada berebut palu deh di depan. Ada yang emosinya udah mulai naik. Ada yang sampe ngedorong bangku. #jadi anarkis deh. *ga patut banget buat dicontoh. Apalagi kita para calon guru. Masa calon guru pada emosional banget.
Selain materi yang disampein pas LS pertama, kita juga dikasih coklat sama teteh-teteh eksekutif. #enak juga sih coklatnya, tapi kurang banyak teh. Hehehe. Terus ada juga games tebak kata. Kelompok 13 juara 1 dan ga kena disuruh minum jamu yang udah disediain panitia deh. #alhamdulillah banget deh. Hehehe
Pulang LS pertama, ngambil kayu bakar sama tongkat di tempat yang jualan itu di deket al-huda sambil pulang ke kosan. Dan alhasil di kosan banyak barang-barang kelompok deh. Habis itu beres-beres lagi buat LS hari kedua. Selesai bere-beres, pergi ke pulau kapuk deh buat nyimpen energi pas LS hari keduanya.
LS hari kedua dimulai...
Jam 3 pagi udah bangun, terus beres-beres lagi, masak nasi, masak Jam setengah 5 keluar dari kosan. Nungguin euis sama yang lainnya temen-temen kelompok buat bantuin bawain tongkat sama kayu bakar. Habis itu kita jalan ke fip bareng-bareng. Di fip udah rame. Kita baris per kelompok. Habis itu pemeriksaan barang bawaan, sama sarapan. Selesai sarapan, kita naik angkot deh ke cikole. Setiap kelompok satu angkot. Di angkot seru-seruan nyanyiin yel-yel. Ramee deh pokoknya. J
Pas nyampe cikole baris lagi perkelompok. Habis itu ke lokasi tempat kemahnya. Briefing ngediriin tenda, ngediriin tenda, habis itu pemeterian dari pak Arie tentang problem solving, sambil kita dibawa buat nikmatin panas pada waktu itu supaya jadi sejuk yang kita rasain. Habis itu pematerian tentang demo dan simulasi demo. Sebelum simulasi demo. Kita ngececk tenda. Dan ternyata tendanya bocor. L alhasil kita ngebersihin dan ngebenerin tenda supaya ga  bocor. Habis itu simulasi demo sambil gerimis-gerimisan sampe hujan-hujanan. Semua peserta LS simulasi demo pake ponco. Kita disuruh naik-turun lokasi kemah itu buat ketemu sama rektor buat nuntut tentang biaya seragam yang kemahalan. Pas udah mungkin sekitar 2 jam akhirnya kita ditemuin sama rektor, habis itu kita ga tau kalau korlapnya ditahan. Dan ga nyadar kalau ada penyusup (kang alpin) yang masuk ke dalam barisan demo. Kita ditimpukin sama lumpur yang katanya sih gas air mata mungkin. Habis itu kita baru dikasih tau sama panitia kalau ternyata jajang ditahan sama mereka dan kita udah diprofokasi sama penyusup. Dan tanpa korlap kita seharusnya ga akan bisa ngelaksanain demo.
Habis simulasi demo, kita bersih-bersih karena celana sama sepatu pada basah. Habis itu shalat maghrib dengan keadaan tenda yang basah, tenda banjir dengan air. #banjir-banjiran di tenda. Hehehe. Tenda dibersihin, habis itu baru kita bisa shalat. Terus makan malem sambil curhat ke mentor masing-masing (kita mentornya teh uci) tentang LS ini. Habis itu tidur.
Pas pagi-paginya sekitar jam 2 mungkin. Kita dibangunin terus baris perkelompok. Dikira mau jerit malam, ternyata engga. Hehehe. Untunglah. Habis itu kita disuruh mengenal lebi jauh pemimpin kelompok kita itu gimana, terus diuji kebersamaan kita juga.
Habis selesai uji kebersamaan dan uji maksuda dari kepemimpinan itu sendiri. Kita juga ada pemilihan ketua angkatan. Para calon ketua angkatan menyampaikan alasan mereka buat jadi ketua angkatan. Selesai pemilihan ketua angkatan, sholat subuh. Habis itu ada acara hiburan di sekeliling api unggun yang mini. Seruuu banget pas momen itu.
Habis itu kita disuruh siap-siap buat outbond. Tapi sebelum outbond. Disitu ada pengumuman-pengumuman tentang komdis, permohonan ma’af komdis sama kang robi, serah terima komdis ke peserta terbaik. Habis itu acara hiburan dari ketua angkatan yang udah diresmiin, sambil sarapan terus nunggu giliran buat pergi outbond deh. Seru-seruan deeeeh pas moment itu. #kepingin lagi deh moment kaya gitu. hehehe
Nah, balik lagi deh ke kelompok 13. Kata siapa angka 13 itu horor, sial, atau apalah itu. Kita kelompok 13 ngerasa fine-fine aja ada di kelompok ini. Malah seruuu banget. Mulai dari yel-yel, sampe tingkah laku kita. Pas outbond, kelompok 13 sama kelompok 14 itu bersaing. Kadang ganti-gantian yang menangin lombanya. Outbond nya seru-seru. Disana kita dituntut untuk kerjasama, mempunyai strategi, kepercayaan, bahkan sampe ada yang dibanting-banting biar bisa menang. Hehehehe. Kita juga basah-basahan di pipa bocor, sama kotor-kotoran sambil tiarap di kubangan coklat lelehan (lumpur) yang buat ini semua seeeeeeerrrruuuuuuuuu abiss.
Habis outbond, beres-beres tenda dan bersih-bersih. Habis itu pengumuman kakak ter-, pengumuman kelompok ter-, pengumuman peserta terbaik, pembacaan surat pink sama surat hitam. Yang mendominasi kakak ter- itu tuh teh Yeni, Kang Robi, Teh Fristina, sama Kang Rizky sepertinya. Terus surat hitam yang dibacain itu yang buat teh Yeni, klo surat pink buat kang Sutrisno klo ga salah. J Habis itu jalan lagi deh ke tempat angkot sambil gerimis-gerimisan. Bahkan hujan-hujanan. Nyampe angkot pada tidur karena kecapean. Kalau saya mah malah kedinginan gara-gara ga pake ponco pas hujan ( itu sih derita saya yah). Nyampe FIP juga udah agak gerimis. Habis itu makan siang di fip. Terus pulang ke kosan deh.
Nyampe kosan beres-beres, terus misahin barang-barang yang mau dibalikin ke zangkar. Dan tiba-tiba saya merasa kupluk ga ada. Terus saya cari, nanya ke temen-temen kelompok, sampe nangis gara-gara bingung mesti gimana. Eeeh, pas nagis malah ketiduran gara-gara kecapean. Saya masih positif thinking mungkin keselip dimanaaaa gitu . J Dan akhirnya saya ngembaliin barang seadanya. Pas ngembaliin juga suasananya gerimis, udah gitu pake ada acara kelewat pula, tempat jangkarnya itu. Akhirnya kita jalan ber-empat (saya, euis, donna, sama teh endang) ke jangkar pas maghrib-maghrib. Udah selesai nganterin barang-barang ke jangkar, kita jalan lagi ke lampu merah buat naik angkot ke UPI. Gerimis-gerimisan lagi deh. Pas lagi di angkot saya mikirin ktp yang belum dibalikin terus. Dan tanpa sadar, pas turun dari angkot, tas saya ketinggalan di angkot. Akhirnya saya sama donna ngejar angkotnya ke terminal. Untungnya angkot itu belum berangkat lagi. Hampir aja angkotnya udah mau berangkat lagi. (#aduuuuh, cerobohnya diri saya ini. -_-).
Pas hari senin pagi, saya masih positif thinking pasti kebawa sama temen. Tapi pas siangnya akhirnya saya memutuskan buat ngeganti kupluk yang entah dimana keberadaannya itu dengan uang saya sendiri.
Hari selasanya ketemu euis, dan euis bilang. Ya, klo ketemu berarti itu nanti jadi milik kamu, is. dan iis jadi punya kupluk deh. Eeehh, pas hari rabu nya saya beres-beres lagi. Dan ternyata kupluknya ada di tas slempang yang waktu itu saya bawa. Bener baget kata euis. Akhirnya saya punya kupluk deh. J
-SELESAI-



NOTE:
-     LS kali ini selalu berhubungan dengan gerimis dan hujan. #karena memang lagi musim hujan mungkin. J Namun, dibalik itu semua masih ada keserua-keseruan yang sangat seerrrrruuuuuu dan menyenangkan dan ilmu-ilmu yang diberikan juga sangat bermanfaat.
-       Terima kasih buat panitia yang udah ngerencanain ini semua. Karena tanpa kalian kita mungkin ga bisa dapet pengalaman berharga dari mulai awal pas registrasi sampe sekarang.
-       Terima kasih akang-ekang dan teteh-teteh komdis yang sudah mau sabar mendisiplinkan kami yang terkadang kurang disiplin.
-       Terima kasih teman-teman para peserta yang telah menemani saya selama MOKA-KU, BS, dan LS ini berlangsung. Semoga kita selalu menjaga tali silaturahmi walau pengkaderan sudah berakhir. SEMANGAT buat PGSD FIP UPI! J