Laman

Minggu, 30 Juni 2019

Antara cita-cita dan Realita

Guru ... itu profesi atau hal yang semasa kecil rasanya ga mau jadi guru. Apalagi guru kelas 1 SD. Yang ada difikiran kalau ngajar SD apalagi kelas 1 itu rasanya Masya Allah banget. Mesti ekstra sabar, mesti ngerti apa maunya anak, mesti bisa jadi pengganti orangtua di kelas, mesti pintar membujuk anak, dan banyak hal yang tak pernah terbayangkan. Dan sebenarnya beban menjadi pendidik di kelas 1 SD itu lumayan berat. Karena itu merupakan masa peralihan dari masa TK ke SD. 

Sewaktu kecil cita-cita yang paling ideal itu rasanya ingin jadi dokter. Bisa menyembuhkan orang sakit, bisa buka praktek sendiri, bisa bantu orangtua kalau sakit, daaan lain-lainnya yang dianggap sempurna waktu masih kecil. 

Namun seiring berjalannya waktu, dukungan orangtua dan keluarga, akhirnya pas mau kuliah memilih ke jurusan keguruan. Awalnya karena di SMA jurusan IPA, berusaha memilih yang masih satu jalur dengan itu dan les pun di jurusan IPA. Ga pernah terbayang buat ambil keguruan apalagi guru SD. Itu sebenernya hal yang kalau bisa dihindari. Karena dalam hati kecil berkata, "hmm. Masa Ibu sama Bapak Guru SD, anaknya juga guru SD". Pilihan jurusan pas tes SBMPTN tulis itu yaa Pendidikan Biologi UPI (karena ingin kuliah di Bandung), Pendidikan Biologi UNJ, dan pilihan terakhir PGSD UPI Bumi Siliwangi. 

Di saat-saat yang lain takut ga keterima di PTN, dan mereka berusaha untuk coba tes kesana-kemari. Tapiii anak yang satu ini meskipun rada ketar-ketir pada waktu itu nungguin pengumuman SBMPTN, dia masih bingung kalau misalnya ga keterima pas SBMPTN mesti tes dimana lagi. Pasrah banget sampe kefikiran, yaudah gpp di PGSD juga mungkin ridho Bapak sama Ibu ada disana. Bapak sama Ibu ingin anaknya ini ngajar di SD ikut jejak beliau. 

Waktu pengumuman tes pun tiba, mulai standby liat komputer (waktu itu di rumah ada komputer, dan belum punya laptop) terus pasang modem buat connect ke internet. Buka-buka web SBMPTN sempet ga bisa kebuka, ada info buat buka laman web PTN nya. Nyobain buka web itu, daaaann yang tak disangka pun itu justru lolos. Di laman web nya tertulis yang intinya "Selamat, kamu LOLOS menjadi Mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Kampus Bumi Siliwangi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia". 

Ridho Allah benar-benar ada di Ridhonya orangtua. Bersyukur campur bingung pas lolos dan keterima kuliah di UPI dengan jurusan yang awalnya sempat ingin dihindari. Allah maha Tahu apa yang terbaik untuk ummatNya. Alhamdulillah 4 tahun kuliah sudah terlewati. Sekarang malah merasa menjadi guru itu ternyata menyenangkan. Selain bisa bermanfaat untuk orang lain. Belajar menjadi pendidik yang terus belajar dari anak didik dengan berbagai tingkah laku. Mereka membuat hari-hari makin berwarna, jadi ibu di sekolah untuk mereka, dan ingin rasanya supaya mereka mengerti apa yang disampaikan. Pesan-pesan baik sebagai guru kepada siswanya agar mereka bisa mengajak sang guru ini menuju SyurgaNya. ^_^ 

*Tetap Semangat belajar dan mengajarkan hal-hal baik kepada orang di sekitar kita! ^_^  

Rabu, 10 April 2019

Menulis untuk pribadi dan orang banyak



Kegiatan yang kita lakukan sehari-hari tidak terlepas dari membaca dan menulis. Kegiatan  ini sangat berhubungan erat. Kalau kita bisa membaca pasti kita bisa menulis. Begitupula sebaliknya. Membaca dimulai dari belajar membaca huruf satu persatu, berubah menjadi kata, rangkaian kata berubah menjadi kalimat, dari berbagai kalimat menjadi sebuah bacaan yang utuh yaitu paragraf, dari paragraf-paragraf tersebut lahirlah sebuah cerita yang sangat berkaitan satu sama lain. 

Selain itu, membaca adalah perintah pertama yang diberikan dari Allah kepada Rasululloh. Perintah membaca ini terdapat di dalam QS. Al-Alaq : 1 - 5. Di dalam surat ini Allah memerintahkan Rasululoh dan ummatnya untuk belajar membaca, menuliskan, dan mengamalkan. Agar seluruh perintah-perintah yang dilakukan dapat berjalan sebagaimana mestinya. 

“Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kamu dan juga orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat.” ( Al-Mujadalah : 11 ) 

Iman dan ilmu dapat mengangkat kita ke derajat yang tinggi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh ilmu adalah dengan membaca dan menulis. Membaca membuat kita terbuka wawasannya dengan hal-hal pernah terjadi dan adapula hal-hal yang belum pernah kita temui.Sedangkan menulis adalah bentuk menyalurkan ide-ide atau gagasan baru dari hasil membaca sehingga kita bisa membagikannya kepada orang lain. 


Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)


Kalian pernah ga sih, baca beberapa tulisan dan lama-lama akhirnya terfikir dan mencoba punya keinginan untuk menulis. Menulis ini adalah salahsatu bentuk dakwah lewat tulisan. Dalam hadist di atas dikatakan, "Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat" (HR. Bukhari). Setelah kita mempunyai ilmu yang mumpuni, akhirnya kita dipaksa untuk menyelesaikan tugas-tugas akhir untuk menunggu diselesaikan. Tetapi dalam hadist ini juga dituliskan meskipun kita menyampaikan kebaikan kepada seseorang dengan ayat yang telah kita sampaikan, maka apabila teman yang tadi diingatkan selalu melakukan kebaikan sehingga nantinya kita selalu mendapatkan pahala yang tidak putus sampai seterusnya. 


Ilmu pun identik dengan tulisan. Sesuatu yang kita peroleh yang baik banyak yang lewat tulisan. Selain menyemangati kita untuk selalu membaca, tetapi membudayakan siswa agar selalu bersemangat dan berguna untuk orang banyak. 

Ketika kita membaca dan menuliskan kembali ide-ide baru, maka orang yang memang membutuhkan informasi ini bisa bertukar pendapat atau mengikuti ide-ide baru yang signifikan. Membaca dan menulis ini akan mengembangkan gaya bahasa dan juga bisa memperoleh ilmu-ilmu baru. 

Dengan membaca kita bisa melihat dunia, dengan menulis kita akan berbagi kebaikan untuk orang yang banyak sehingga bisa bermanfaat untuk orang banyak. 

Salah satu tempat untuk menuangkan ide-ide dan berharap dapat bermanfaat untuk orang banyak itu ya melalui blog ini. ^_^

Setelah sekian lama tidak memposting lagi di blog ini, akhirnya bisa menulis kembali. 
Semoga selalu istiqomah. SEMANGAT! ^_^ 
Semoga bermanfaat. 

Jumat, 17 Oktober 2014

Karakteristik siswa di SD



Karakteristik Perkembangan Anak
Usia Kelas Awal SD

  1. Pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya, dapat melompat dengan kaki secara bergantian, dapat mengendarai sepeda roda dua, dapat menangkap bola, koordinasi tangan dan mata telah berkembang, telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya, mempunyai sahabat, mampu berbagi, dan mandiri.
  2. Perkembangan emosinya telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah dapat mengontrol emosi, sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah.
  3. Perkembangan Kecerdasan  ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, senang berbicara, memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. 
  4. Anak usia operasional konkret. 
  5. Anak mulai menunjukkan perilaku belajar yaitu : Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak, mulai berfikir secara operasional, mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda, membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan hubungan sebab akibat, dan memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, lebar, luas, dan berat.  
  6. Anak mulai belajar dari hal yang konkrit. Yaitu proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik.  
  7. Anak memandang sesuatu secara Integratif atau utuh. Yaitu anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu
  8. Anak belajar sesuai dengan tahapan-tahapannya (Hierarkis). Yaitu anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks
Rujukan : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan. 2013. Implementasi Tematik Terpadu.ppt. Jakarta : Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 

Perbedaan fakta, konsep, prinsip, hukum, dan teori beserta contoh dalam pembelajaran IPA di SD



1.    Data / Fakta adalah sesuatu kenyataan yang diketahui. Dalam IPA suatu fakta dapat dinyatakan dengan Matahari terbit dari Timur dan terbenam ke sebelah Barat.
2.    Konsep adalah kemampuan untuk mengadakan diskriminasi antara golongan-golongan objek dan sekaligus mengadakan generalisasi dengan mengelompokkan objek-objek yang mempunyai satu atau lebih ciri yang sama. Konsep dibedakan menjadi dua jenis, yaitu konsep konkret dan konsep yang harus didefinisikan. Konsep Konkret adalah pengertian yang menunjuk pada objek-objek dalam lingkungan fisik, dalam IPA hal ini dapat dinyatakan dengan konsep Hewan Mamalia adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan, berkaki empat, dan memiliki bulu-bulu pada kulitnya.
3.    Prinsip adalah kemampuan untuk menggabungkan beberapa kaidah sehingga terjadi pemahaman yang lebih tinggi yang membantu memecahkan masalah suatu problem atau masalah. Prinsip atau azas dalam Ilmu Pengetahuan Alam dapat diartikan sebagai suatu pernyataan yang mengandung kebenaran yang bersifat mendasar dan berlaku umum. Prinsip atau azas inilah yang sebenarnya melandasi kebenaran suatu hukum. Dalam IPA di SD dapat dicontohkan dengan prinsip kerja pengungkit, prinsip kerja pegas, dan prinsip kerja bidang miring yang dapat mempermudah usaha-usaha yang harus dilakukan.
4.    Hukum adalah Hukum dalam IPA merupakan suatu pernyataan yang mengungkapkan adanya hubungan antara gejala alam yang konsisten. Karena konsistennya itulah maka hukum dapat digunakan untuk meramalkan. Adapun yang perlu diingat untuk memahami hukum ini adalah:
a.       Suatu pernyataan,
b.      Menyatakan adanya hubungan antara fakta,
c.       Telah diuji kebenarannya oleh ahli di bidang itu,
d.      Bersifat universal,
e.       Dapat digunakan untuk meramalkan,
f.       Berlaku pada kondisi yang terbatas,dan
g.      Peramalan hanya cocok bila kondisi tertentu yang terbatas itu terpenuhi.
Contohnya dalam IPA SD adalah hukum Archimedes, yaitu “ Suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut”. Maka terjadilah peristiwa benda yang terapung, melayang, dan tenggelam pada air.
5.    Teori adalah seperangkat pengetahuan.
Menurut Kerlinger (1973) yang terjemahannya sebagai berikut. “Suatu teori adalah seperangkat pengertian (konsepsi) definisi dan proposisi yang saling berkaitan yang menyajikan suatu pandangan yang sistematis dari berbagai fenomena dengan mengungkapkan adanya hubungan yang spesifik antar variabel, dengan tujuan untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena tersebut.”
Teori memiliki tiga fungsi, yaitu:
a.    Menjelaskan, yang dijelaskan bisa saja berupa suatu hukum, bisa juga suatu gejala alam yang sederhana, dan dapat pula hubungan antar berbagai gejala alam.
b.    Memahamkan, fakta-fakta dari gejala alam yang berserakan di atas bumi dan alam semesta ini bila dirapihkan atau dibuat menjadi teratur dan sistematis maka akan mudah dipahami adanya saling keterkaitan secara teratur satu terhadap yang lain mengikuti ‘hukum alam’.
c.    Meramalkan, dari keteraturan ataupun sistematisasi fakta-fakta atau fenomena alami tadi dapat pula ditarik suatu kesimpulan atau ramalan.
Contoh teori dalam pembelajaran IPA di SD adalah teori pengukuran yaitu terdiri dari konsep pengukuran panjang, konsep pengukuran luas, dan konsep pengukuran volume. 

DAFTAR RUJUKAN

Widodo, Ari, dkk. 2010. Pendidikan IPA di SD. Bandung: UPI PRESS